Scroll untuk baca artikel


Berita

Perguruan Teladan Memukau di PSBD Batubara Ke- VII, Harmoni Budaya, Tarian Adat Memikat, dan Atraksi Mengguncang

422
×

Perguruan Teladan Memukau di PSBD Batubara Ke- VII, Harmoni Budaya, Tarian Adat Memikat, dan Atraksi Mengguncang

Sebarkan artikel ini

 

Air Putih, Batubara – Panggung Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Ke-VII Kabupaten Batubara menjadi saksi penampilan spektakuler dari siswa-siswi Yayasan Perguruan Teladan Air Putih. Dengan gemilang, mereka sukses memikat perhatian ribuan mata yang memadati Lapangan Indrasakti dalam suasana meriah pasar malam, pada Sabtu, 8 November.

Di bawah bimbingan para guru yang berdedikasi, Perguruan Teladan Air Putih menampilkan tema memukau: “Harmoni Budaya Indonesia”. Kehebohan dimulai ketika mereka mempersembahkan Tarian Adat dari Sembilan Etnis yang berpartisipasi, sebuah perwujudan nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Tak hanya tarian yang anggun, atraksi seni menegangkan yang ditampilkan juga sukses “memecah hingar-bingar keramaian”, menjadikan penampilan mereka sebagai pusat perhatian tak terbantahkan.

Semangat Cinta Indonesia dari Karya Swadaya Masyarakat

Aura semangat cinta tanah air terasa membahana sejak awal. Acara ini diawali dengan penyerahan stadium dari Suharto, BA, salah seorang Panitia Pelaksana PSBD ke-VII. Tokoh yang dikenal pernah menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Batubara ini merupakan tokoh pendorong utama di balik terlaksananya PSBD ke-VII yang istimewa, karena merupakan hasil karya swadaya murni masyarakat.

Penyerahan tanggung jawab panggung diserahkan Suharto, M.BA kepada Atonso Hasibuan, M.Pd, yang bertindak sebagai Pimpinan Rombongan Yayasan Perguruan Teladan Air Putih. Disaksikan oleh perwakilan Komandan Rayon Militer, Sertu Firnanda, dan ribuan pasang mata, Atonso Hasibuan M.Pd menegaskan kembali pentingnya peran dunia pendidikan dalam melestarikan tradisi.

“Kita sebagai bangsa yang besar, sebagai generasi yang saat ini berada di era globalisasi, harus tetap mempertahankan tradisi dan budaya yang telah diamanahkan oleh para leluhur,” tegas Atonso Hasibuan dengan lantang. “Indonesia ini multi etnis, dan hanya Indonesia yang memiliki keberagaman luar biasa. Semangat cinta yang terpadu di dalam Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam rangkaian Pekan Seni Budaya ini, maka ini harus tetap terpelihara.”

Tarian Pemersatu dan Atraksi Mendebarkan

Perguruan Teladan Air Putih, yang mendapat kehormatan mengisi pentas utama PSBD ke-VII, tidak hanya menampilkan tarian sembilan etnis, tetapi juga memamerkan Tarian Khas Batak Toba bernama Mertumba yang penuh makna, disusul dengan Tarian Pemersatu Etnis yang menyentuh. Seluruh rangkaian tarian dan atraksi tradisional ini berhasil membuktikan bahwa generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam memahami dan mengeskpresikan kekayaan budaya bangsa.

PSBD ke-VII di Air Putih sendiri telah dibuka secara resmi oleh Camat Air Putih, Muliadi, S.E, pada 31 Oktober lalu, dan diresmikan pada malam harinya oleh Bupati Batubara, Baharuddin Siagian,
Kaperwil Batubara ( Husni )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *