Scroll untuk baca artikel


Berita

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Toba Menggelar Rapat Paripurna Untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Ke- 80 Kemerdekaan RI.

81
×

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Toba Menggelar Rapat Paripurna Untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Ke- 80 Kemerdekaan RI.

Sebarkan artikel ini

[LPRINEWS.COM] Toba,

Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, di Gedung DPRD Kabupaten Toba.

Rapat Paripurna dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP. PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu, Staf Ahli PKK Kabupaten Toba Ny. Riama Audi Murphy Sitorus, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Toba, para Camat, mantan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toba, perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), partai politik, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai lapisan masyarakat lainnya.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti keunggulan sistem demokrasi Indonesia yang telah berjalan dengan baik selama ini. Presiden menekankan bahwa demokrasi Indonesia memiliki ciri khas gotong royong dan saling membantu.

“Kita hidup dalam demokrasi yang khas Indonesia, demokrasi nenek moyang kita. Demokrasi yang berakar dari budaya. Budaya bergotong-royong, budaya saling membantu. Demokrasi kita bukan demokrasi yang saling menjatuhkan, demokrasi yang saling menghujat,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Presiden juga menyampaikan kebanggaannya atas kelancaran masa transisi kepemimpinan di Indonesia, yang menurutnya tidak selalu terjadi di negara lain. “Masa transisi kepemimpinan yang berjalan mulus, berjalan baik telah kita jalankan selama ini. Ini tidak selalu terjadi di negara-negara sahabat. Setiap kali saya ke luar negeri, mereka selalu mempertanyakan itu,” lanjut Presiden.

Namun demikian, Presiden mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap sistem demokrasi untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. “Meski begitu, demokrasi juga harus diawasi. Tanpa pengawasan maka kekuasaan yang absolut akan menimbulkan korup,” tegas Presiden.

Rapat Paripurna ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai demokrasi dan semangat kemerdekaan dalam membangun Kabupaten Toba yang lebih baik.

Kaperwil Sumut (Imran Sitorus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *