Lprinews.com
BRIDA Bappeda Provinsi Kepulauan Riau terus mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Melalui kegiatan penjaringan inovasi yang dilakukan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPTD), hingga Satuan Pendidikan, capaian inovasi daerah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.
Hingga saat ini, hasil penjaringan sementara mencatat sebanyak 235 inovasi untuk diajukan pada tahun 2026 telah berhasil dihimpun. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 sebelumnya, di mana hanya 41 inovasi yang dilaporkan ke Innovation Government Award (IGA)
Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Aries Fahriandi, M.Si, melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Henrija, ST., M.Si, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut
merupakan hasil dari komitmen dan partisipasi aktif seluruh instansi pemerintah daerah dalam melahirkan inovasi.
Menurutnya, penjaringan inovasi yang dilakukan secara masif ini tidak hanya berorientasi pada
pemenuhan administrasi pelaporan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. “Kami mendorong setiap OPD, UPTD, dan Satuan Pendidikan untuk terus berinovasi serta
mendokumentasikan
praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, BRIDA Bappeda Kepri akan melakukan pendampingan dan verifikasi terhadap inovasi-inovasi yang telah dihimpun, sehingga dapat memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas inovasi yang diusulkan sekaligus memperkuat posisi Provinsi Kepulauan Riau pada ajang IGA tingkat nasional.
Dengan capaian peningkatan inovasi yang signifikan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis kinerja inovasi daerah akan terus meningkat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah di tingkat nasional.
TUMARMI/ Wartawan Kepri.














