Scroll untuk baca artikel


Berita

Berkedok tempat hiburan Diduga jadi Iokasi judi

109
×

Berkedok tempat hiburan Diduga jadi Iokasi judi

Sebarkan artikel ini

 

Tanjungpinang,LpriNews.com

Kota Tanjungpinang yg merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Riau merupakan kota tua yang identik dengan budaya Melayu terus berbenah dengan riak pembangunan dan pengembangan kota menuju kota modern.
Berbagai suku,etnis dan agama telah menetap tinggal di Tanjungpinang dalam kurun waktu yg cukup lama utk berkarya dalam segala bidang.

Seiring dengan waktu kota Tanjungpinang yg terus berbenah didukung dengan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun membuka peluang besar dalam membuka usaha dan bisnis di sektor pariwisata. Tidak dipungkuri kunjungan wisatawan dari luar negri seperti Malaysia dan Singapura setiap Jumat dan Sabtu ni mengunjungi kota Tanjungpinang,,

terutama pada waktu waktu tertentu hari libur,,wisatawan dari negri jiran tersebut kerap mengunjungi Tanjungpinang utk liburan bahkan belanja.
Namun disisi lain,Tanjungpinang masih minim dengan tempat dan pasilitas hiburan untuk bisa menghilangkan stress dan kepenatan pikiran setelah sepekan bekerja.

Disamping tempat tempat hiburan seperti cafe juga terdapat arena permainan permainan ketangkasan berupa Jackpot yang juga ramai dikunjungi masyarakat kota Tanjungpinang. Beraneka ragam permainan ketangkasan tersebut seperti tembak ikan,Poker, MM, Pacuan kuda bahkan permainan tebak bola ramai dikunjungi.

Dari pantauan LPRINews, Jumat 19/06/26 di lokasi permainan ketangkasan ( Maxzone) di Jl.Sukaberenang Tanjungpinang dan BGZ ( Bintang Game Zone ) di lokasi Bintan Plaza Bt.3,5 Jl.M.T.Haryono. Terlihat didalam lokasi tersebut ramai dikunjungi para pemain. Anehnya,tempat hiburan tersebut hanya dikunjungi pria dan wanita dewasa,

tidak lazimnya tempat hiburan permainan yg kerap diramaikan anak anak dan remaja. Lebih lanjut penelusuran LPRInews untuk bisa bermain di permainan pacuan kuda harus lebih dulu membayar minimal Rp 50rb untuk mengisi kredit di salah satu meja melalui karyawan yg menjaga meja permainan tersebut. Dalam hitungan detik setelah kredit yg berupa taruhan terpasang kuda kuda elektronik tersebut berpacu. jika pemasang bernasib baik karena tebakan nya sesuai dengan hasil akhir pacuan kuda,,maka kreditnya akan

bertambah,sebaliknya jika tebakan salah maka kreditnyapun habis. untuk melanjutkan ikut bermain pemain terpaksa membayar kembali 50 ribu atau 100 RB bahkan lebih jika meja yg dipasang banyak ( lebih dari satu meja dimainkan)
Hal yang sama juga berlaku bagi permainan lainnya,untuk bisa bermain seperti Poker atau tembak ikan harus lebih dulu mengisi kredit dengan membayar sejumlah uang di

meja permainan yg ditentukan.” Ngak sampai satu jam bang saya sudah kalah 2 juta nih” ungkap salah seorang pemain yang tidak mau disebutkan namanya. Pemain lainnya yang juga mengalami kekalahan menggerutu karena tebakannya selalu salah dan semakin banyak mengalami kekalahan.
Adanya isu yg berkembang tentang keberadaan arena permainan ketangkasan tersebut terindikasi judi, LPRI news

mencoba konfirmasi dan menemui salah seorang penjaga yang selalu berjaga di sekitar pintu masuk lokasi arena permainan tersebut. “Maaf kami ngak bisa jawab,tolong tanyakan langsung sama pengawasnya”ungkap pria yg berperawakan kekar yang menjaga diluar arena gedung permainan ketangkasan tersebut. (Tim)

( Kordinator Kepri )

Sukaman Harianja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *