Scroll untuk baca artikel


Beritakab.toba

Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Narumonda 5, Kecamatan Siantar Narumonda Dipertanyakan: Alat Minim, K3 Diabaikan, Hasil Kerja Diragukan

227
×

Proyek Pengaspalan Jalan di Desa Narumonda 5, Kecamatan Siantar Narumonda Dipertanyakan: Alat Minim, K3 Diabaikan, Hasil Kerja Diragukan

Sebarkan artikel ini

Siantar Narumonda – Proyek penyelenggaraan jalan dusun di Desa Narumonda V, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, senilai Rp199.600.000,- yang bersumber APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026, kembali menjadi sorotan masyarakat. Pantauan langsung tim awak media di lokasi pada Selasa (8/9/2026) menemukan sejumlah pelanggaran dan ketidaksesuaian standar kerja yang sangat mencurigakan.

Awak media mencoba konfirmasi kepada pengawas lapangan yang mengaku bermarga Manurung terkait proyek tersebut, malah mengarahkan ke pengawas dari dinas PUTR Toba Ango Sipahutar. Kemudian Anto Sipahutar mengarahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas PUTR Toba Untung Sirait. Namun tim awak media tidak dapat mengumpulkan informasi dan malah justru berputar-putar karena PPK-nya tidak berada di tempat.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang, pekerjaan dikerjakan oleh CV. Petrus Putra Mandiri, beralamat di Desa Nauli, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 120 hari kerja, terhitung mulai 14 Agustus hingga 11 Desember 2026. Namun di lapangan terlihat jelas:

– Alat kerja sangat terbatas: Pemadatan jalan tidak menggunakan alat layak pakai secara optimal, sebagian masih mengandalkan alat sederhana (manual) Meski tersedia alat pemadat berat, kondisinya terlihat tua dan tidak beroperasi sebagaimana mestinya.

– Pengerjaan aspal dilakukan secara manual di pinggir jalan, terlihat asap mengepul tanpa pantauan dan pengamanan yang memadai.

– Keselamatan dan Keshatan Kerja (K3) diabaikan total: Pekerja tidak mengenakan perlengkapan keselamatan dasar (safety). Warga, anak-anak, dan orang lewat berada sangat dekat dengan lokasi pemasakan aspal serta area berbahaya tanpa pagar pembatas maupun tanda peringatan.

– Kualitas permukaan jalan sangat diragukan: Terlihat retak, tidak rata, lapisan tipis dan tidak merata seolah-olah pengerjaan terburu-buru dan asal-asalan.

Salah satu Warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi menyampaikan kekhawatirannya; “Anggaran hampir 200 juta rupiah, tapi hasilnya seperti ini, kalau begini caranya, berapa lama jalan ini bisa bertahan? Kami khawatir uang rakyat habis, tapi jalan rusak lagi dalam waktu singkat,”ungkapnya.

Sampai terbitnya berita ini belum ada tanggaban resmi dari pihak terkait serta siapa yang bertanggung jawab memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi kontrak.

Tim awak media akan terus memantau perkembangan proyek ini dan meminta penjelasan resmi dari pihak terkait. (BNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *