Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas diselenggarakannya Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja Tahun 2026. Kegiatan berskala nasional ini resmi dibuka di Auditorium Seminarium HKBP Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (4/11/2026).
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., hadir dan menyambut para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut secara daring maupun luring, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, perwakilan Pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), pimpinan sinode gereja, Ketua Umum Panitia Dra. Sandra Hutabarat br Sidabutar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sekitar 150 peserta yang mewakili 39 sinode anggota PGI, PGIW, dan lembaga mitra.
Dalam sambutannya, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah perhelatan akbar tersebut. Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara senantiasa berkomitmen untuk hadir dan mendukung penuh setiap kegiatan positif, khususnya yang memperkuat peran strategis kaum perempuan dalam membangun tatanan masyarakat yang berkarakter dan berkeadilan.
”Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tentu tidak bisa terpisahkan dari elemen gereja dan masyarakat. Kami selalu berusaha hadir dalam setiap kegiatan yang membawa kebaikan bagi daerah dan bangsa. Kehadiran para ibu dan perempuan hebat dari seluruh Indonesia di Tapanuli Utara ini membawa berkat tersendiri bagi daerah kami,” ujar Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat di hadapan ratusan peserta Konas.
Bupati menekankan bahwa di tengah dinamika perkembangan zaman dan tantangan polikrisis global saat ini, perempuan gereja memiliki posisi yang sangat krusial. Peran perempuan tidak boleh hanya terbatas pada ranah domestik, melainkan harus terus berkembang sebagai motor penggerak solidaritas sosial, penjaga nilai-nilai kehidupan, serta pembentuk karakter generasi muda yang tangguh.
”Perempuan adalah fondasi utama dalam keluarga yang mampu membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan moral dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, perempuan gereja harus tampil sebagai agen transformasi yang membawa terang, keadilan, dan kebenaran,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mempromosikan potensi pariwisata dan kekayaan budaya lokal Tapanuli Utara kepada para peserta nasional yang hadir. Ia mengundang para peserta untuk menikmati keindahan alam dan kekhasan daerah selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 November 2026 ini, dengan mengusung tema utama “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran” (Efesus 5:8b–9) serta subtema “Perempuan Gereja di Tengah Polikrisis: Menjadi Agen, Menggerakkan Solidaritas dan Transformasi”.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap pelaksanaan Konas Perempuan Gereja 2026 ini dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan rumusan dan langkah strategis yang konkrit, serta mempererat jejaring kerja sama lintas gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia.( Kabiro Taput)
Bupati JTP Hutabarat Apresiasi Gelaran Konas Perempuan Gereja PGI 2026 di Tapanuli Utara














